Loading...
IKHLAS DALAM MELAYANI

BATUK SI KECIL : LAWAN ATAU KAWAN?

BATUK SI KECIL : LAWAN ATAU KAWAN?

11/14/2019 1
batuk-anak.jpg

Apa itu batuk?

        Batuk, siapa yang tidak mengenal atau tidak pernah mengalaminya? Banyak orang yang merasa dan mengira batuk adalah hal yang sepenuhnya negatif. Batuk itu mengganggu, meresahkan, membuat khawatir, bahkan batuk dianggap sebagai penyakit. Benarkah itu? Banyak iklan obat batuk bebas yang mengesankan bahwa batuk itu sepenuhnya masalah, batuk itu musuh yang harus dilawan habis-habisan dengan segala daya dan upaya. Apa iya? Batuk itu lawan, atau kawan?

Batuk adalah ledakan udara keluar dari dalam saluran napas yang berada di rongga dada yang menimbulkan bunyi yang khas. Ledakan udara ini menimbulkan efek mendorong keluar semua benda yang ada di sepanjang saluran napas. Proses pendorongan inilah merupakan fungsi utama batuk yaitu mendorong keluar lendir yang berlebihan di produksi pada saat saluran napas kita sedang mengalami radang akibat berbagai hal.

Apakah batuk ada gunanya?

Saluran napas merupakan satu dari tiga sistem organ manusia yang paling banyak terpajan dengan lingkungan yang dapat merupakan ancaman bagi kesehatan kita. Dua yang lain adalah kulit dan saluran cerna. Jika dibandingkan, dari segi luasnya area pajanan maka yang paling luas adalah saluran cerna. Pada orang dewasa, jika permukaan dinding mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar hingga dubur direntangkan maka luasnya sekitar 400m2. Luas permukaan saluran napas hingga kantong napas (alveoli) direntangkan maka luasnya sekitar 40m2. Sedangkan luas permukaan kulit manusia dewasa sekitar 4m. Jika dibandingkan kekerapan pajanan dengan dunia luar, maka yang paling kerap adalah kulit tentunya, kedua saluran napas, dan yang ketiga adalah saluran cerna. Jadi dari segi kekerapan dan luasnya pajanan, saluran napas berada di antara kulit dan saluran cerna.

Dalam usaha melindungi dari berbagai pajanan luar yang dapat mengancam, kita bisa mengusahakan perlindungan kulit dengan berbagai cara. Berteduh jika terkena hujan atau panas, memakai payung, memakai topi, memakai syal, memakai baju, jaket, selimut dan pelindung lain. Kita juga dapat melindungi kulit kita dengan minyak pelembab, sunblock, atau olesan obat antinyamuk.

Untuk saluran cerna juga dapat kita lindungi dengan memilih dan memilah apa saja yang akan kita masukkan ke dalamnya. Lalu bagaimana dengan saluran napas? Kita bisa mengenakan masker, namun tidak sepenuhnya dapat melindungi. Ketika kita melihat dan mencermati udara di tempat kita sedang berada tidak sehat dan membahayakan, dapatkah kita memilah dan memilih untuk tidak memasukkan ke dalam saluran napas? Tentu tidak. Bagaimanapun jeleknya keadaan udara, mau tidak mau kita harus menghirupnya, karena kita tidak dapat berlama-lama menunda napas kita. Dalam keadaan demikian, sistem saluran napas kita perlu pelindung yang handal, dan di situlah batuk berperan. Batuk salah satu pelindung handal saluran napas kita.

Apakah batuk merupakan penyakit?

Penyakit adalah keadaan terganggunya fungsi satu atau lebih organ tubuh kita. Penyebab gangguan ini bermacam-macam. Akibat gangguan fungsi tersebut, akan muncul gejala sesuai dengan organ tubuh yang mengalami gangguan. Seperti diuraikan di depan, saluran napas dapat terpajan dengan berbagai hal dari luar yang dapat mengganggunya. Kuman dapat menyebabkan penyakit infeksi di saluran napas. Alergen dapat mencetuskan penyakit alergi di saluran napas. Bahkan asap rokok saja dapat mengganggu fungsi saluran napas. Gangguan ini akan merangsang reseptor batuk. Jadi batuk adalah gejala adanya gangguan atau penyakit di saluran napas.

Apakah batuk membahayakan bagi anak?

Dari uraian di depan, terlihat bahwa batuk merupakan kawan yang banyak sekali peran dan manfaatnya untuk kesehatan kita. Namun dalam beberapa keadaan, batuk dapat merugikan yaitu bila kekerapan atau keparahannya meningkat. Batuk yang terlalu kerap timbul tentu akan mengganggu si pasien dan orang lain di sekitarnya. Dalam hal pasien anak, akan mengganggu si anak dan juga orangtuanya. Apalagi jika batuk lebih menonjol timbulnya pada malam hari, sehingga mengganggu tidur anak dan orangtua. Untuk anak yang sudah sekolah akan membuat anak mengantuk di sekolah keesokan harinya. Demikian juga orangtuanya akan mengantuk di tempat kerjanya.

Batuk juga akan mengganggu bila intensitasnya hebat. Yang paling khas adalah batuk karena pertusis atau batuk rejan, yang layak digelari rajanya batuk. Batuk pertusis timbul secara bersambung dalam waktu cukup lama sehingga pasien tidak sempat bernapas. Bila pasien sempat mencuri napas di sela-sela batuk, pasien akan menarik napas panjang hingga terdengar bunyi whooop. Itu sebabnya pertusis disebut juga sebagai whooping cough. Sungguh kasihan melihat pasien pertusis sedang mengalami serangan batuk. Bila sudah terjadi seperti tidak banyak yang dapat kita lakukan. Obat penekan batuk (anti-tusif) pun tidak banyak membantu. Pada bayi muda di bawah 2 bulan, bahkan pertusis dapat menyebabkan terhentinya napas (apne) yang dapat menyebabkan kematian.Itu sebabnya usaha pencegahan pertusis dengan imunisasi sangat perlu dilakukan.

Bagaimana menyikapi batuk yang timbul pada anak?

           Pada dasarnya batuk timbul untuk membantu kita membersihkan saluran napas dari segala macam benda yang berbahaya. Jika batuk timbul, maka kita berusaha memfasilitasi batuk menyelesaikan tugasnya, antara lain dengan banyak minum air, dan jika perlu minum obat pelancar batuk, bukan obat penekan batuk. Jika batuk terus membandel, perlu konsultasi ke dokter yang akan mengidentifikasi gangguan atau penyakit dasar penyebab batuk. Kemudian yang diobati adalah penyakit dasarnya, bukan semata-mata menghilangkan gejala batuknya.

SUMBER : Web Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)/idai.or.id

 


One comment

  • Puspita Dian A

    11/14/2019 at 11:40

    Artikel ini menambah wawasan saya tentang batuk yang sering kali membuat saya khawatir ketika anak saya batuk.. Ternyata tidak semua batuk itu negatif 😊

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Copyright by Mawadah Medika 2019. All rights reserved.

Scroll Up