Loading...
IKHLAS DALAM MELAYANI

Kabar Terbaru RS Mawaddah Medika

7e220907f4497ba6c6359214d1511ff0.jpg

Miliaria merupakan salah satu masalah kulit yang sering dijumpai pada bayi dan anak. Hal ini ditandai bintil-bintil kecil berwarna merah yang kadang-kadang berisi air, disertai atau tidak kulit yang tampak kemerahan. Pada bayi sering disertai gejala rewel bahkan mengganggu tidurnya, anak yang lebih besar akan sering menggaruk bagian-bagian yang terkena miliaria, hal ini disebabkan karena rasa gatal.

Kulit bayi masih dalam tahap perkembangan dan penyempurnaan. Misalnya saja, proses penyerapan dan pengeluaran keringat belum berjalan semestinya. Akibatnya, sering dijumpai bayi yang berkeringat berlebihan. Normalnya, butiran keringat bisa keluar melalui pori-pori kulit. Karena penyebab yang belum diketahui, kulit ari bayi yang mestinya selalu berganti, menjadi tidak berganti. Kulit ari yang tidak berganti itu menyumbat pengeluaran keringat. Kumpulan keringat ini kemudian mendesak kulit sehingga terbentuk lepuh-lepuh halus sebesar pangkal jarum pentul. Namun ada kalanya, di antara lepuh-lepuh halus itu timbul bintil-bintil merah berukuran kecil yang terasa gatal. Daerah yang rawan terhadap serangan biang keringat ini adalah dahi, leher, bahu, dada, punggung, dan lipatan-lipatan kulit.

Miliaria bisa kambuh berulang-ulang, terutama ketika suhu udara sedang panas. Bila biang keringat ini mengalami iritasi dan kontak dengan kuman di kulit, biang keringat ini akan terinfeksi. Bila tidak ditangani dengan baik, biang keringat yang terinfeksi ini dapat menjadi bisul (abses) yang berisi nanah. Bisul ini harus diobati.

CARA MENANGANINYA

Bila si kecil sudah mengalami biang keringat, lakukan langkah-langkah ini:

  1. Setiap kali anak berkeringat, segera ganti bajunya. Sebelumnya, siapkanlah alat-alat yang dibutuhkan, seperti waslap, baskom berisi air hangat, baju yang bersih, dan perlak.
  2. Keringkan kulit yang ada biang keringatnya dengan waslap bersih yang telah dibasahi air hangat. Bisa juga dengan mandikan Si kecil menggunakan air hangat (usahakan agar jangan terlalu panas karena akan merangsang timbulnya keringat).
  3. Biarkan tubuh Si kecil tanpa baju untuk beberapa saat sampai kulit dan lipatan-lipatan kulitnya menjadi kering dengan sendirinya. Tujuannya, mencegah agar kulit yang terkena biang keringat tidak bertambah parah karena bergesekan dengan handuk pada waktu dikeringkan.
  4. Boleh diusapkan sedikit bedak, terutama di bagian punggung dan dada anak.
  5. Kenakan baju yang kering dan bersih. Baju tersebut sebaiknya terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat, seperti bahan katun dan bahan kaos sehingga nyaman dan tidak membuat anak mudah merasa kepanasan.
  6. Bila peradangan yang terjadi cukup banyak, Anda bisa mengoleskan salep atau bedak khusus sesuai anjuran dokter.

CARA MENCEGAHNYA

Pencegahan lebih baik daripada mengobati. Sebagian besar miliaria akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Bahkan, Anda sebenarnya juga dapat mengurangi timbulnya biang keringat pada si kecil antara lain dengan menjaga kenyamanan lingkungan sekitar si kecil, memakaikan baju yang terbuat dari jenis-jenis bahan yang mudah menyerap keringat, lembut, dan tidak ketat pada si kecil.

Beberapa kondisi menyebabkan bayi atau anak dibawa ke dokter, seperti kondisi biang keringat yang tidak membaik setelah penanganan selama lebih dari 3 hari, timbul demam atau rasa sakit/gatal yang berat, dan timbul tanda-tanda infeksi seperti terlihat nanah atau sering berulang beberapa kali dalam waktu yang pendek sehingga mengganggu aktivitas anak sehari-hari.

 

Sumber : Web Ikatan Dokter Anak Indonesia (http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/miliaria-mengenal-dan-mencegahnya).


Ketahui-Sesak-Napas-Pada-Bayi-dari-Bunyi-Napas-Si-Kecil-1000x400.jpg

Bayi atau anak dengan nafas grok-grok sering kita jumpai sehari-hari disekitar kita yang biasanya menjadi keluhan bagi orangtuanya. Bila ini terjadi pada bayi usia muda, tidak jarang dilontarkan tudingan bahwa pada saat kelahiran, penolong persalinan tidak bersih mengeluarkan lendir bayi. Ini tudingan yang keliru, karena jika memang dalam pertolongan terhadap bayi saluran napasnya tidak bersih, maka bayi akan sesak hebat dan mungkin tidak bisa bertahan hidup.

Apa sebenarnya yang menyebabkan suara grok-grok tersebut?

Dalam keadaan normal, dinding saluran napas kita menghasilkan cairan lendir yang banyak fungsinya. Salah satu fungsi utama adalah untuk pertahanan saluran napas yaitu untuk memerangkap zat asing yang terbawa dalam udara yang kita hirup yang berpotensi menimbulkan gangguan saluran napas. Lendir ini kemudian akan dibawa keluar oleh suatu mekanisme seperti ban berjalan yang disebut bersihan mukosilier (mucociliary clearance).Bersihan mukosilier ini dapat diibaratkan seperti petugas kebersihan (cleaning service) di saluran napas kita.

Lendir yang dibawa dari saluran napas bawah ini kemudian akan sampai di tenggorokan, dan kita telan secara tidak sadar. Bila jumlah lendir ini lebih banyak daripada biasa, maka akan merangsang refleks batuk, dan kita akan batuk yang tujuannya untuk mendorong gumpalan lendir keluar. Jadi bersihan mukosilier dan batuk merupakan pasangan mekanisme pertahanan saluran napas yang sangat efektif dan bermanfaat. Anugerah dari Tuhan untuk kita. Jika tidak ada kedua mekanisme tersebut maka kita akan tenggelam dalam lendir kita sendiri.

Pada bayi baru lahir petugas kebersihan ini belum begitu terampil dalam melaksanakan tugasnya, sehingga tersisa lendir dalam saluran napasnya. Suara udara napas yang melewati cairan lendir itulah yang menimbulkan suara grok-grok. Pada pasien yang mempunyai riwayat alergi dalam keluarga, ibu, ayah, atau anggota keluarga lain, keadaan ini dapat lebih nyata.

Bila pasien mempunyai kecenderungan timbul alergi di saluran napas maka produksi lendirnya akan lebih banyak. Pada pasien dengan keluhan grok-grok, untuk membersihkan lendir dalam jumlah yang normalpun masih kewalahan. Apalagi bila produksinya di atas normal, makin kewalahan bersihan mukosiliernya, dan makin keras suara grok-groknya.

Keadaan ini akan diperparah bila ada hal-hal tertentu yang merangsang produksi lendir lebih banyak lagi, misalnya asap rokok, bulu binatang, debu rumah, dan tungau debu rumah di dalamnya. Debu dan tungaunya banyak terdapat antara lain dalam karet bulu, boneka bulu, korden yang lama tidak dicuci.

Jadi, berbahayakah suara napas grok-grok?

Seperti dijelaskan di depan, suara grok-grok timbul karena adanya lendir yang banyak di saluran napas bayi dan anak. Dengan demikian napas grok-grok pada bayi atau anak-anak tidak berbahaya. Yang perlu dilakukan adalah mencari apakah ada hal-hal yang dapat memperparah keluhan tersebut. Jika ada, maka harus diusahakan semaksimal mungkin untuk menghindarinya.

Sumber : Web Ikatan Dokter Anak Indonesia (http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/napas-grok-grok-pada-bayi-dan-anak-berbahayakah)


sariawan-pada-bayi.png

STOMATITIS sering dikenal sebagai sariawan. Sariawan merupakan suatu kelainan selaput lendir mulut, yang ditandai adanya bercak luka berwarna putih pada dinding mulut, bibir atas, dan lidah. Sariawan memang bukan penyakit yang serius atau bahkan mengancam jiwa, tetapi kondisi ini sangat mengganggu. Walaupun ukurannya kecil dan letaknya tersembunyi di rongga mulut, sariawan bisa menimbulkan rasa nyeri hebat, sehingga membuat susah untuk makan dan berbicara.

Pada anak- anak,selain tidak mau makan, sariawan akan menyebabkan rewel sehingga akhirnya berat badan sulit naik atau penurunan berat badan. Stomatitis dapat terjadi pada mukosa mulut di daerah bibir atau pipi bagian dalam. Dapat terjadi pada lipatan gusi dengan daging pipi/bibir. Dapat juga terjadi pada langit-langit, di bawah lidah, permukaan lidah, bahkan terjadi pada tonsil (amandel).

Di dalam rongga mulut banyak terdapat bakteri dan jamur yang bisa menyebabkan sariawan. Faktor lain yang menyebabkan sariawan, antara lain kesalahan menggosok gigi. Apabila jika menggosoknya tidak benar dan tidak hati-hati. Selain itu, bisa disebabkan tergigit atau terjatuh. Penyebab stomatitis, antara lain infeksi. Yang sering adalah infeksi virus, misalnya Herpes simplex, cacar air, dan penyakit kaki tangan mulut (hand foot and mouth disease). Rasa perih dapat muncul 24 hingga 48 jam, yang bertahan hingga 3 hingga 4 hari. Kemudian baru tumbuh lembaran fibrin putih sehingga nyeri berkurang dan sembuh dalam 7-10 hari. Berikut ini beberapa jenis sariawan:

  1. Stomatitis aphtousa. Sariawan yang paling banyak terjadi pada bayi dan anak, dan terjadi pasca trauma tergigit atau tergores sikat gigi.
  2. Oral thrush (kandidiasis mulut. Disebabkan jamur Candida albicans, sering pada anak dengan daya tahan turun dan sering minum antibiotik jangka  lama (>7 hari), serta kebersihan mulut yang buruk.
  3. Stomatitis herpetic. Stomatitis herpetic disebabkan virus Herpes simplex. Sariawan di tenggorokan terjadi jika ada virus yang mewabah dan daya tahan tubuh si kecil rendah.
  4. Sariawan terkait penyakit hand, foot and mouth disease.Luka sariawan biasanya banyak dan sangat nyeri, timbul bersamaan dengan lesi kulit di  telapak tangan dan kaki.

Jika muncul gejala sariawan seperti itu, segera bawa ke dokter atau tenaga kesehatan untuk mendapatkan pengobatan. Bagi bayi dan anak yang sudah makan, cara mencegah sariawan antara lain makan dengan tenang agar bibir atau lidah tidak tergigit. Minimal 2 kali sehari membersihkan mulut dengan sikat gigi dan benang gigi. Bila bersikat gigi, jangan terburu-buru serta ganti sikat gigi bila sudah tidak baik. Pastikan gigi dan mulut selalu terawat, berkumur dengan antiseptik jika ada gangguan sariawan, serta hindari stress.

Perbanyak pula sayuran dan buah-buahan karena banyak mengandung vitamin C,B 2, B5, dan asam folat yang sangat bermanfaat mencegah sariawan.Saat sariawan, bagi anak bisa dibebaskan dari makan nasi, pilih bubur bayi bergizi untuk sementara sehingga anak tidak mengunyah. Asupan susu/jus buah bisa diberikan dalam porsi lebih banyak daripada biasanya. Berikan suplementasi zinc, vitamin B kompleks, vitamin C, dan zat besi. Es krim bisa diberikan karena efek dingin cukup meredakan rasa perih dan mengandung nutrisi juga.

Suapi si kecil dengan perlahan-lahan dan sabar. Gunakan gelas minum karena dot bayi biasanya menyentuh sariawannya. Pada anak yang lebih besar, kumur air garam bisa sebagai antiseptik ampuh setara dengan obat kumur untuk membunuh kuman.

Sumber : Web Ikatan Dokter Anak Indonesia (http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/stomatitis-sariawan-pada-anak)

 

 

 

 

 


batuk-anak.jpg

Apa itu batuk?

        Batuk, siapa yang tidak mengenal atau tidak pernah mengalaminya? Banyak orang yang merasa dan mengira batuk adalah hal yang sepenuhnya negatif. Batuk itu mengganggu, meresahkan, membuat khawatir, bahkan batuk dianggap sebagai penyakit. Benarkah itu? Banyak iklan obat batuk bebas yang mengesankan bahwa batuk itu sepenuhnya masalah, batuk itu musuh yang harus dilawan habis-habisan dengan segala daya dan upaya. Apa iya? Batuk itu lawan, atau kawan?

Batuk adalah ledakan udara keluar dari dalam saluran napas yang berada di rongga dada yang menimbulkan bunyi yang khas. Ledakan udara ini menimbulkan efek mendorong keluar semua benda yang ada di sepanjang saluran napas. Proses pendorongan inilah merupakan fungsi utama batuk yaitu mendorong keluar lendir yang berlebihan di produksi pada saat saluran napas kita sedang mengalami radang akibat berbagai hal.

Apakah batuk ada gunanya?

Saluran napas merupakan satu dari tiga sistem organ manusia yang paling banyak terpajan dengan lingkungan yang dapat merupakan ancaman bagi kesehatan kita. Dua yang lain adalah kulit dan saluran cerna. Jika dibandingkan, dari segi luasnya area pajanan maka yang paling luas adalah saluran cerna. Pada orang dewasa, jika permukaan dinding mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar hingga dubur direntangkan maka luasnya sekitar 400m2. Luas permukaan saluran napas hingga kantong napas (alveoli) direntangkan maka luasnya sekitar 40m2. Sedangkan luas permukaan kulit manusia dewasa sekitar 4m. Jika dibandingkan kekerapan pajanan dengan dunia luar, maka yang paling kerap adalah kulit tentunya, kedua saluran napas, dan yang ketiga adalah saluran cerna. Jadi dari segi kekerapan dan luasnya pajanan, saluran napas berada di antara kulit dan saluran cerna.

Dalam usaha melindungi dari berbagai pajanan luar yang dapat mengancam, kita bisa mengusahakan perlindungan kulit dengan berbagai cara. Berteduh jika terkena hujan atau panas, memakai payung, memakai topi, memakai syal, memakai baju, jaket, selimut dan pelindung lain. Kita juga dapat melindungi kulit kita dengan minyak pelembab, sunblock, atau olesan obat antinyamuk.

Untuk saluran cerna juga dapat kita lindungi dengan memilih dan memilah apa saja yang akan kita masukkan ke dalamnya. Lalu bagaimana dengan saluran napas? Kita bisa mengenakan masker, namun tidak sepenuhnya dapat melindungi. Ketika kita melihat dan mencermati udara di tempat kita sedang berada tidak sehat dan membahayakan, dapatkah kita memilah dan memilih untuk tidak memasukkan ke dalam saluran napas? Tentu tidak. Bagaimanapun jeleknya keadaan udara, mau tidak mau kita harus menghirupnya, karena kita tidak dapat berlama-lama menunda napas kita. Dalam keadaan demikian, sistem saluran napas kita perlu pelindung yang handal, dan di situlah batuk berperan. Batuk salah satu pelindung handal saluran napas kita.

Apakah batuk merupakan penyakit?

Penyakit adalah keadaan terganggunya fungsi satu atau lebih organ tubuh kita. Penyebab gangguan ini bermacam-macam. Akibat gangguan fungsi tersebut, akan muncul gejala sesuai dengan organ tubuh yang mengalami gangguan. Seperti diuraikan di depan, saluran napas dapat terpajan dengan berbagai hal dari luar yang dapat mengganggunya. Kuman dapat menyebabkan penyakit infeksi di saluran napas. Alergen dapat mencetuskan penyakit alergi di saluran napas. Bahkan asap rokok saja dapat mengganggu fungsi saluran napas. Gangguan ini akan merangsang reseptor batuk. Jadi batuk adalah gejala adanya gangguan atau penyakit di saluran napas.

Apakah batuk membahayakan bagi anak?

Dari uraian di depan, terlihat bahwa batuk merupakan kawan yang banyak sekali peran dan manfaatnya untuk kesehatan kita. Namun dalam beberapa keadaan, batuk dapat merugikan yaitu bila kekerapan atau keparahannya meningkat. Batuk yang terlalu kerap timbul tentu akan mengganggu si pasien dan orang lain di sekitarnya. Dalam hal pasien anak, akan mengganggu si anak dan juga orangtuanya. Apalagi jika batuk lebih menonjol timbulnya pada malam hari, sehingga mengganggu tidur anak dan orangtua. Untuk anak yang sudah sekolah akan membuat anak mengantuk di sekolah keesokan harinya. Demikian juga orangtuanya akan mengantuk di tempat kerjanya.

Batuk juga akan mengganggu bila intensitasnya hebat. Yang paling khas adalah batuk karena pertusis atau batuk rejan, yang layak digelari rajanya batuk. Batuk pertusis timbul secara bersambung dalam waktu cukup lama sehingga pasien tidak sempat bernapas. Bila pasien sempat mencuri napas di sela-sela batuk, pasien akan menarik napas panjang hingga terdengar bunyi whooop. Itu sebabnya pertusis disebut juga sebagai whooping cough. Sungguh kasihan melihat pasien pertusis sedang mengalami serangan batuk. Bila sudah terjadi seperti tidak banyak yang dapat kita lakukan. Obat penekan batuk (anti-tusif) pun tidak banyak membantu. Pada bayi muda di bawah 2 bulan, bahkan pertusis dapat menyebabkan terhentinya napas (apne) yang dapat menyebabkan kematian.Itu sebabnya usaha pencegahan pertusis dengan imunisasi sangat perlu dilakukan.

Bagaimana menyikapi batuk yang timbul pada anak?

           Pada dasarnya batuk timbul untuk membantu kita membersihkan saluran napas dari segala macam benda yang berbahaya. Jika batuk timbul, maka kita berusaha memfasilitasi batuk menyelesaikan tugasnya, antara lain dengan banyak minum air, dan jika perlu minum obat pelancar batuk, bukan obat penekan batuk. Jika batuk terus membandel, perlu konsultasi ke dokter yang akan mengidentifikasi gangguan atau penyakit dasar penyebab batuk. Kemudian yang diobati adalah penyakit dasarnya, bukan semata-mata menghilangkan gejala batuknya.

SUMBER : Web Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)/idai.or.id

 


Copyright by Mawadah Medika 2019. All rights reserved.

Scroll Up